IKUTI WORKSHOP DIGITAL MEDIA JOURNALISM, ALUMNI DAN MAHASISWA TASAWUF DAN PSIKOTERAPI SIAP BERSAING DI DUNIA KERJA… !

UIN Raden Fatah Palembang menjadi salah satu destinasi Goes To Campus yang dilaksanakan oleh detikcom. Acara tersebut berupa workshop Digital Media Jounalisme, yang dilaksanakan pada Kamis, 25 oktober 2023 kemarin. Acara tersebut disambut antusias oleh bebrbagai kalangan, tidak hanya mahasiswa-mahasiswa UIN Raden Fatah yang turut andil dalam kemeriahan acara tersebut, tetapi juga kalangan masyarakat umum, serta para alumni-alumni. Hal itu dikarena materinya sangat-sangat bermanfaat untuk kehidupan perkuliahan maupun kehidupan pasca perkuliahan. Mahasiswa dan alumni prodi Tasawuf dan Psikoterapi  hadiri Workshop Digital Media Journalism, disana mereka diberikan tips dan trick mulai dari cara bermedia hingga tips membuat CV yang baik dan benar yang berguna bagi alumni freshgraduate yang akan memasuki dunia kerja.

Menurut saya sebagai seorang freshgraduate yg belum tau dunia kerja acara workshop yg di selenggarakan oleh detik.com sangat bagus karena di sana bisa belajar mengenai dunia kerja seperti bagaimana cara membuat CV yg benar serta cara interview yang bener serta kita tau skill yg kita miliki.Serta juga detik.com yg kemarin memberikan kesempatan peluang kerja kepada freshgraduate.(Elsa Pertiwi S.Ag) Itulah yang disampaikan Elsa Pertiwi S.Ag selaku alumni freshgraduate prodi Tasawuf dan Psikoterapi.

Seperti yang dikatakan Wakil Rektor 3, ibu Dr. Hj. Hamidah, M.Ag “orang yang berhenti belajar adalah pemilik masa lalu, dan orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan. Oleh karena itu jadilah kita pemilik masa depan, dan teruslah belajar.” Selain dibangku pendidikan, proses belajar bisa diperoleh dari banyak hal, seperti mengikuti pelatihan-pelatihan, magang, mengadiri seminar ataupun workshop, dsb. Dan ilmu yang diperolehpun bervariasi. Dalam workshop kali ini terdapat 4 pemateri yang menyampaikan materi yang berbeda-beda.

Materi pertama disampaikan oleh Alfito Deannova selaku pemimpin redaksi detikcom. Materi pertama tentang Trend media dan the power media of mainstream. “Media boleh mengambil ide berita yang sedang menjadi perbincangan di media social, akan tetapi, media tidak boleh mengcopypaste berita tersebut tanpa adanya bukti apakah berita tersebut berita asli atau malah itu berita hoax. Dalam berita juga kita harus mengetahui apa yang ingin diketahui public, dan apa yang menjadi pusat perhatian interested publik. Selemah-lemahnya media, adalah media yang mengambil content di ambil dari sosial media, karena publik menganggap, buat apa saya baca media utama, jika media utama copy paste di sosial media. Semua berita pasti adalah informasi, akan tetapi informasi belum tentu bisa dikatakan sebagai berita. Karena untuk dikatakan sebuah berita, memerlukan syarat yang harus terpenuhi dalam suatu informasi, diantaranya, Aktual (terbaru, maksudnya peristiwanya baru-baru terjadi), factual (sesuai dengan fakta yang ada), dan yang terakhir yaitu berpengaruh (informasi ini memiliki pengaruh yang besar jika disampaikan kepada halayak).”

Materi kedua disampaikan oleh Adi Suryadi selaku wakil pemimpin redaksi detikcom. Materi kedua tentang digital praktek jurnalis. Skill set yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis sekarang: Bisa menulis, Bisa mengambil foto, Bisa mengambil vidio. Akan tetapi ada satu skill yang dibutuhkan juga untuk menjadi seorang jurnalis di era sekarang yaitu, SEO (Search Engine Optimization). Skill ini berfokus untuk bagaimana konten-konten yang dibuat muncul di top search. SEO adalah sesuatu yang diupayakan bukan kesengajaan.

Materi ketiga dismpaikan oleh Syifa, yang membahas tentang Talent Acquistion dan employee branding.  Personal branding ialah mampu untuk membedakan kita dan orang lain, Kebanyakan yang orang lebih sering menyebutkan nama brand dibandingkan nama produk. Tipsnya, yang pertama, First in pression yaitu pandangan pertama itu penting karena memberikan penilaian kepada orang tersebut ialah suatu langkah ke depan di mana kita bisa kenal sama mereka. Kedua, konsistensi is the king, yaitu harus konsisten tapi harus Kenali diri mau terlihat seperti apa. Ketiga competency, yaitu dengan cara:

  1. Practice, practice, practice
  2. Feed back

Materi keempat disampaikan oleh Alika Diatri, tentang Career preparation . CV dan resume. CV menjelaskan seluruh perjalanan karir dengan sangat rinci, untuk akademik, tidak ada limitasi halaman, sedangkan Resume: gambaran singkat, untuk melamar pekerjaan, 1-2 halaman. Apa saja yg ada di dlm CV , diantaranya: Nama, kontak informasi, ringkasan diri, pengalaman kerja, pendidikan, skill yg relevan,bahasa dan kecakapan, sertifikasi dan minat yg relevan. Tips membuat CV, Judul pekerjaan, Similarity, Skill, languages (opsional), Embed link, Measurable achievements. Psikotest terbagi menjadi 2: Personality test, Intelligence test.

Adapun kesan-kesan dari mahasiswa dan fresh graduate prodi Tasawuf dan Psikoterapi setelah menghadiri seminar yang dilaksanakan oleh detikcom, Goes To Campus UIN Raden Fatah Palembang. Menurut saya sebagai seorang freshgraduate yg belum tau dunia kerja acara workshop yg di selenggarakan oleh detik.com sangat bagus karena di sana bisa belajar mengenai dunia kerja seperti bagaimana cara membuat CV yg benar serta cara interview yang bener serta kita tau skill yg kita miliki.Serta juga detik.com yg kemarin memberikan kesempatan peluang kerja kepada freshgraduate.(Elsa Pertiwi S.Ag)

 Sebagai gen Z yang hidup pada era digital, media menjadi pendamping pada kehidupan sehari-hari. Tak terpedaya dalam konsumtif juga harus menjadi sorotan untuk para muda-mudi terkhususnya. Tak hanya menjadi menjadi konsumtif yang baik kita harus mengasah skill apalagi pada era sekarang menjadi jurnalis menjadi incaran berbagai khalayak. Skill 3 in 1 menjadi syarat jurnalis 1. Menulis 2. Dapat mengambil foto yang baik 3. Membuat video. Menjadi sorotan yang sangat dibutuhkan pada berbagai media, inipun menjadi peluang yang sangat baik bagi generasi penerus sehingga dapat berkompetitif dengan baik juga sehat tentunya. Namun, sebelum pada tahapan rekrut mencari pekerjaan tentunya kita ada yang tahapan mengumpulkan berkas yang didalamnya terdapat CV, pada workshop kemarin pun diberikan tips dan trik cara membuat CV yang baik, khususnya untuk freshgraduate. Maka dari itu, sebagai masyarakat apalagi kita sebagai Mahasiswa yang terpelajar harus dapat menjadikan media apalagi media digital yang tingkat kenaikan yang sangat melesat untuk menggunakan media yang menyebarkan positif sehingga kita dapat menjadikannya sebagai wawasan serta sorotan yang dapat membuat pandangan kita menjadi luas.” (Aisyah Ramadhani)

Sangat bersyukur bisa ikut seminar ini, Saran saya Workshop seperti ini harus terus diadakan serta ditambahkan inovasi-inovasi terupdate karena banyak wawasan dan pengetahuan baru yang bisa di dapat dari acara workshop detik.com ini, Ada beberapa hal baru yang saya dan teman-teman dapatkan selama di acara ini. Semoga detik.com selalu konsisten dalam memberikan informasi yang akurat.” (Syawaliyatul Fitri)

 “Didalam workshop tadi kami diberikan ilmu yang sangat berguna, sangat bermanfaat bagi kami untuk kedepannya terutama untuk menghadapi dunia pekerjaan, kami diajarkan cara agar CV dapat dilirik oleh perusahaan, cara meningkatkan personal branding, dan skill-skill apa saja yang diperlukan dalam kehidupan career di era yang serba-serbi memanfaatkan AI untuk membantu kehidupan sehari-hari. Kami sangat bersyukur bisa menjadi perwakilan untuk menghadiri workshop tersebut, dikarena dibatasinya partisipan, sehingga tidak semua orang beruntung bisa memperoleh materi yang diberikan.” (Salsa May Sari)

Awalnya saya belum tertarik untuk mengikuti workshop  digital media jurnalism ini karna memang saya belum mengetahui sama sekali mengenai hal-hal yang berkaitan dengan media jurnalism . Tapi pada akhirnya setelah saya mengikuti seminar ini saya langsung mencintai dan benar benar ingin lebih memperdalam hal- hal yang berkaitan dengan media jurnalism. Harapan saya untuk semua para pemuda pemudi bangsa ini agar lebih bijak menggunakan media sosial karna banyak hal- hal yang bernilai positif dalam media sosial serta selalu percayalah bahwa,’Ilmu adalah sebaik-baik warisan. Adab adalah sebaik-baik perhiasan. Ibadah adalah sebaik-baik tabungan. Akhlak terpuji adalah sebaik-baik sahabat. Lemah lembut adalah sebaik-baik pembimbing. Kematian adalah sebaik-baik pemberi nasihat’ Seperti yang di katakan oleh Ali Bin Abi Thalib.” (Azrianti Ishamiyah)

Selama workshop digital media dan jurnalisme yang di adakan detikcom, saya menemukan strategi baru dalam penggunaan media sosial untuk menyampaikan cerita yang efektif dan membuat personal branding yang baik. Diskusi tentang teknik pembuatan cv serta kesiapan untuk memasuki dunia pekerjaan juga memberikan wawasan yang berharga. Saya sangat antusias untuk menerapkan keterampilan baru ini dalam personal branding media sosial saya untuk masa depan.” (Risma Tri Ananda)

Mungkin Anda Menyukai