SIAPKAN PERUQYAH PROFESSIONAL “10 MAHASISWA PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI DIUTUS UNTUK MENGIKUTI TRAINING RUQYAH TANPA KESURUPAN“

Didampingi langsung oleh Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi H. Ahmad Soleh Sakni, Lc. MA,. CDAI yang juga sekaligus menjabat sebagai penasehat ARSYI DPW Sumsel ( Assosiasi Ruqyah Syar’iyyah DPW Sumatera Selatan ) 10 mahasiswa terdiri 4 laki dan 6 perempuan yang masing-masing mewakili 5 angkatan mahasiswa prodi, selama 2 hari penuh digembleng untuk menjadi terapis handal melalui metode Ruqyah Syar’iyyah. Bertempat di auditorium STIE APRIN Palembang pada tgl 5 sd 6 November 2022, para mahasiswa ini sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

 Pelaksana kegiatan ini adalah Yayasan TMB ( Talaqqi Muslim Berdakwah ) yang diketuai oleh Ust. Budiman, S.Kom menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman di bidang terapi Ruqyah Syar’iyyah dan memiliki paradigma baru tentang dunia ruqyah, beliau bernama Ust. Muhammad Nadhif  KhaylaniKetua Umum RLC Pusat ( Ruqyah Learning Center ),  Ust kelahiran Kediri dan sekarang berdomisili di Lumajang ini, menghadirkan cara pandang yang berbeda dari gambaran yang selama ini melekat dalam dunia Ruqyah yang terkesan horor, menegangkan , kesurupan dan lainnya. Pengarang buku LALAT dan SAMPAH ini juga menjelaskan pondasi konseptual terkait fenomena kesurupan dan kerasukan yang marak terjadi dan tak jarang dijadikan komoditas oleh pihak tertentu.

Bagi beliau jin tak akan datang bila tidak diundang dan jin kalo diibaratkan seperti halnya lalat, lalat akan hinggap bila menemukan sampah, lanjutnya terapis Ruqyah sering terjebak sibuk mengejar lalat ( Jin ) yang begitu gesit yang sulit ditundukkan, bahkan sering terjebak kepada permainan Jin yang mengundang peruqyah ke dunia mereka yang ghaib sehingga sering sekali ruqyah tidak efektif, bagi beliau focus dulu buang sampah maka lalat pasti akan mati dengan sendirinya. Memang menarik metode Ruqyah ini, metode Ruqyah yang sangat soft dan sangat ilmiah, kita tidak disuruh sibuk membicarakan dunia jin yang bagi sebagian orang memang sulit dicerna melalui nalar, pelatihan ini semakin menarik terlebih yang menjadi fasilitator dan moderatornya adalah Pembina TMB Ust. Abu Nadiah yang berasal dari Kota Bogor yang juga prtaktisi Ruqyah, hadhir pula Ketua ARSYI DPW Sumsel Ust. Khotibul Umam, Lc yang juga sebagai  salah seorang dosen tidak tetap Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, peserta pelatihan yang juga sangat beragam berasal dari komunitas-komunitas Ruqyah di Sumsel, para akademisi professor farmasi, doctor , mahasiswa-mahasiswi UNSRI, UIN Raden Fatah Palembang, STIE APRIN dan lainnya.

Prodi Tasawuf dan Psikoterapi tak merasa rugi mengeluarkan biaya untuk mengutus  ke-10 mahasiswa ini, karena goal yang disasar adalah ingin menjadikan mereka pionir dan praktisi bahkan kelak bisa menjadi trainer  bagi semua mahasiswa Tapsitera sehingga sebagaimana yang sudah sering disosialisasikan bahwa mulai Januari 2023 setiap mahasiswa Prodi TP yang ingin maju Simpro ( Seminar Proposal )  dan Ujian komprehensif  harus memiliki keahlian Terapi Ruqyah Syar’iyyah ini, disamping memiliki satu keahlian terapi jenis lainnya yang dibuktikan dengan sertifikat atau lainnya.  semua mahasiswa akan dilatih, dibekali keahlian ini, nanti akan ada jadwal latihan Ruqyah rutin di prodi, lebih dari itu keahlian Ruqyah ini memiliki multi efek diantaranya mahasiswa diajari memiliki sikap keberagamaan yang baik dari sisi Ubudiyah karena seorang terapis harus memiliki kapasitas ubudiyah yang baik, tauhid yang benar dan fasih membaca al-Qur’an dan do’a Ruqyah, Ujar Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi dengan lugas. ( Soleah )

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.